PEMBATASAN 5G HUAWEI: POLANDIA MUNGKIN SUSUL INGGRIS DAN PERANCIS
Raksasa telekomunikasi asal
China Huawei, bereaksi keras terhadap aturan baru yang diterbitkan oleh
pemerintah Polandia. Kriteria yang direncanakan untuk menilai risiko penyedia
peralatan telekomunikasi bersifat politis dan mungkin ditujukan untuk
mengecualikan Huawei dari mengembangkan jaringan 5G negara itu, kata vendor
yang berbasis di Shenzen itu pada Rabu (9/9/2020).
Sejak
beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat menegaskan bahwa peralatan Huawei
dapat digunakan oleh China untuk memata-matai – tuduhan yang dibantah oleh
Huawei dan Beijing – dan telah menekan sekutunya untuk melarang perusahaan
tersebut.
Pada Selasa (8/9/2020),
pemerintah Polandia menerbitkan rancangan undang-undang keamanan siber, memberi
pihak yang berkepentingan selama 14 hari untuk memberikan tanggapan.
Undang-undang
itu menyebutkan vendor akan dibagi menjadi empat kelompok tergantung pada
potensi ancaman mereka terhadap keamanan siber Polandia, berdasarkan sejumlah
criteria. Antara lain, apakah pemasok mungkin dipengaruhi oleh negara di luar
Uni Eropa atau NATO, atau apakah negara asal mereka menghormati hak asasi
manusia.
“Kriteria
yang diusulkan bersifat politis, tidak dapat diukur, tidak transparan, tidak
objektif,” kata Ryszard Hordynski, Direktur Strategi dan Komunikasi Huawei
Polska, kepada Reuters.
“Jika
kita mempertimbangkan di mana secara politis ada sesuatu yang tidak cocok,
karena ada tiga pemasok 5G di Polandia, maka mungkin kita benar-benar bisa
membicarakan perusahaan kita, tapi saya berharap ini tidak akan terjadi,”
tambahnya.
RUU
tersebut mengatakan operator telekomunikasi tidak akan diizinkan untuk membeli
peralatan baru dari pemasok yang dianggap “berisiko tinggi” dan harus mengganti
peralatan yang ada dari pemasok tersebut dalam waktu lima tahun. Untuk pemasok
“berisiko sedang”, hanya membeli peralatan baru akan dilarang.
Analis
Trigon DM Dominik Niszcz mengatakan dalam sebuah catatan bahwa Huawei
kemungkinan diklasifikasikan sebagai vendor “berisiko sedang”, yang berarti
operator tidak akan dapat membeli pasokan baru darinya, tetapi tidak harus
mengganti peralatan 4G.
Play,
operator selular terbesar Polandia yang jaringannya sangat bergantung pada
peralatan Huawei, dan Cyfrowy Polsat mengatakan mereka perlu menganalisis draf
tersebut sebelum mengomentarinya, sementara T-Mobile tidak segera tersedia
untuk berkomentar.
Orange
Polska mengkritik tenggat waktu yang diusulkan untuk pembongkaran
infrastruktur, dengan mengatakan bahwa waktu yang diberikan kepada operator
lokal jauh lebih pendek daripada di negara lain.
Tak
dapat dipungkiri, semakin meningkatnya ketegangan AS dengan China, terutama
terkait penanganan pandemi corona, persoalan Hong Kong, dan eskalasi konflik di
Laut China Selatan, membuat kampanye untuk memblokir Huawei dari jaringan 5G di
negara-negara sekutu AS semakin menguat.
Keputusan Inggris dan Perancis yang telah
melarang Huawei berpartisipasi dalam pembangunan jaringan 5G, telah menimbulkan
kekhawatiran bagi Huawei. Larangan itu berpotensi menjadi bola salju yang bisa
saja diikuti oleh negara-negara Eropa lain, termasuk Polandia yang juga
merupakan sekutu Amerika Serikat.
Kondisi
yang sama juga menerpa Jerman. Sejauh ini, jika dibandingkan Inggris dan
Perancis, Jerman terlihat lebih independen, walau mungkin sesungguhnya hanya bersifat
diplomatis. Pasalnya Berlin tak ingin terlibat konflik diplomatik dengan China.
Di bawah
aturan baru, penyedia komunikasi nirkabel Jerman Deutsche Telekom, Vodafone,
dan Telefonica Deutschland harus menerapkan standar keamanan yang ditingkatkan
untuk bagian-bagian penting dari jaringan mereka.
Pemasok
harus disertifikasi oleh otoritas cybersecurity Jerman, Kantor Federal untuk
Keamanan Informasi (BSI). Jika peralatan dari pemasok mana pun digunakan untuk
memata-matai, bisa dilarang dan dituntut atas kerusakan yang dilakukan oleh
operator.
Dengan
adanya panduan tersebut, sejatinya tak ada jaminan bagi Huawei untuk bisa
terlibat dalam pembangunan jaringan 5G di Jerman.
REKOMENDASI PERMAINAN ONLINE :
1. BONUS NEW/HARIAN TERBESAR POKER
2. GAME ONLINE BOLA TERPERCAYA

Komentar
Posting Komentar